Festival Sastra Yogyakarta (FSY) hadir kembali. Terinspirasi oleh berbagai khasanah budaya dan bahasa di Nusantara, FSY kali ini mengambil tema “Rampak”, yang artinya serempak dan bersamaan. Rampak juga berarti setara. Rampak kemudian dimaknai oleh FSY sebagai kerja kolaboratif yang setara, yang memberi ruang secara harmonis untuk beragam perspektif, medium, dan pengalaman bersastra bertemu dan saling menguatkan. Di Yogyakarta, diseminasi dan apresiasi karya sastra tumbuh subur dalam suasana sosial yang dihidupi oleh berbagai komunitas. Sastra di kota ini bukanlah sebuah lanskap individual atau arena pertarungan ego atau estetika semata, melainkan ladang kolaborasi yang tiada habis dan tiada hentinya. Oleh karena itu,...
"Usai menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM, Ramayda masih terus berproses di dunia sastra hingga…"
"Fairuzul Mumtaz adalah seorang penulis dan pegiat sastra yang aktif di berbagai acara dan komunitas sastra. Salah satu karya beliau…"
"Seniman pertunjukan kelahiran Yogyakarta ini juga merupakan pendiri komunitas Jawacana yang aktif bergerak di kesusastraan Jawa. Selain di atas panggung,…"
Sayembara Puisi Nasional FSY adalah program tahunan dari FSY yang sudah berjalan sejak 2023. Program ini bertujuan untuk mengembalikan semangat...
Program Susur Galur merupakan upaya menggali dan merawat jejak-jejak sastra yang mengakar di Yogyakarta. Program ini berkaitan erat dengan perjalanan...
FSY 2025 bekerja rampak dengan IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) DIY untuk mengelola bazar buku tanggal 30 Juli sampai 4 agustus...
Panggung Teras adalah ruang ekspresi sekaligus apresisasi kepada siapa saja yang mau menampilkan performa sastra. Panggung ini berada di teras...
Festival Sastra Yogyakarta 2025 telah usai dan ditutup. Ditutup bukan berarti usai sampai di sini. Besar harapan kita semua bahwa...
Sore yang ngaji adalah sore yang kau anggap sudah jauh tertinggal di belakang sementara kini kau menjelma menjadi bajingan kecil...
Ardhias Nauvaly menata alat tulisnya dengan cermat di atas meja bertaplak hitam. Siang itu, Kamis (31/7/2025), ia akan berdiskusi dengan...
Rabu malam (30/7/2025), bulan di langit tak benar-benar penuh, hanya sabit. Namun, di bawah, ia sedang purnama. Puisilah yang membuat...
Di tengah aula Grha Budaya yang riuh oleh gumam pengunjung, tumpukan buku, dan tawa kecil yang mengalir di antara sesi-sesi...
Sastra di Yogyakarta tidak pernah berdiri di atas panggung tunggal. Ia tumbuh dari keramaian, lahir dari tubuh yang menari dan...